Selasa, 18 Juni 2013

Ketua PB PMII Dari Masa ke Masa Posted by pmiiugm pada 1 April 2013

Ketua PB PMII Dari Masa ke Masa

Posted by pmiiugm pada 1 April 2013

1. SAHABAT MAHBUB JUNAIDI (PERIODE 1960–1967)

Lahir di Jakarta 27 Juli 1933, Ketua Umum PP.PMII tiga periode, yaitu periode 1960–1961, hasil Musyawarah Mahasiswa Nahdliyin pada saat PMII pertama kali didirikan di Surabaya Jawa Timur. Periode 1961-1963, Hasil Kongres I PMII di Tawangmangu Jawa Barat. Dan Periode 1963-1967, hasil Kongres PMII II di Kaliurang Yogjakarta. Pada masa kepemimpinan sahabat Mahbub Junaidi inilah PMII secara politis menjadi sangat populer di dunia kemahasiswaan dan kepemudaan, sampai pada periode pertama sahabat Zamroni. Pernah menjabat sebagai Ketua Umum PWI pusat dan pimpinan Redaksi Harian Duta Masyarakat (1965–1967), ketua dewan kehormatan PWI (1979 – 1983), anggota DPR GR (1967-1971), Wakil Ketua PB NU (1984-1989), Wakil sekjen DPP PPP, Anggota DPR/MPR RI (1971-1982), Pencetus “Khittah Plus”, Ketua Majlis Pendidikan Soekarno dan anggota mustasyar PB NU (1989-1994).
Dalam sejarah republik ini, pernah muncul seorang tokoh aktivis mahasiswa yang sangat multi talenta,bahkan hampir jarang ditemukan sosok yang lengkap seperti beliau saat ini, beliau adalah Mahbub Junaidi. Mahbub adalah seorang tokoh satrawan, jurnalis, organisatoris, agamawan dan politisi. Dalam hal tulis-menulis Mahbub temasuk sangat piawai pada masanya
2. Sahabat Muhammad Zamroni (Periode 1967-1973)
Lahir di Kudus/Jepara Jawa Tengah Tanggal 10 Agustus 1935. Riwayat Pendidikan: SD Muhammadiyah Kudus (1948), SMP Negeri Kudus (1951), SGHA Yogjakarta (1955), IAIN Jurusan Pendidikan, Jakarta (1969), Pesantren Bale Tengahan Kudus, Pesantren Jamsaren Solo, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Kudus dan Solo. Karir: Guru Ilmu Pasti , Agama dan Olah Raga PGAN Magelang (1955-1958) Asisten Sastra Arab IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta (1963-1965), Penata Madya Pegawai Departemen Agama (1965-1967), Ketua Umum PP PMII dua periode yaitu periode 1967-1970, hasil kongres PMII III di Malang Jawa Timur.
Dialah satu-satunya tokoh PMII yang terpilih tanpa kehadiran yang bersangkutan di arena Kongres, karena pada saat itu dia masih berada di Tokyo Jepang, dalam rangka operasi jari tangan kanan akibat kecalakaan mobil sewaktu konsolidasi KAMI ke daerah Serang. Kemudian Periode 1970-1973, hasil Kongres IV PMII di Makasar Ujungpandang Sulawesi Selatan. Pada masa kepemimpinan sahabat Zamroni yang ke dua inilah PMII menyatakan diri “Independen”, (dicetuskan di MUBES II di Murnajati Lawang Malang 1972). Dialah penggagas Independensi PMII. Pada masa kepemimpinan sahabat Zamroni inilah PMII berkembang sangat pesat terutama jika dilihat dari segi banyaknya Cabang-cabang yang ada, tidak kurang dari 120 cabang yang hidup diseluruh Indonesia. Suatu prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat sulit terulang kembali hingga sekarang ini.
Menjadi Ketua Persidium KAMI Pusat (mulai pertama dibentuk sampai bubar), Inilah tokoh PMII, Tokoh Mahasiswa, dan Tokoh Pemuda yang berhasil menggerakkan Mahasiswa dan Pemuda di seluruh Indonesia berdemonstrasi turun ke jalan menuntut dan berhasil merontokkan Rezim Orde Lama. Dialah Figur Tokoh angkatan 66. Dialah tokoh demonstran yang berhasil menumbangkan suatu rezim. Dialah tokoh paling populer dan terkenal pada masanya, setelah Soekarno. Tokoh idola yang mampu menjadi “inspirator gerakan” mahasiswa dan pemuda di seluruh nusantara. Dialah tokoh yang berani berdemonstrasi dan berdebat berhadap-hadapan secara langsung dengan Presiden Soekarno.
Pernah menjadi anggota DPR GR/MPRS Fraksi Karya Pembangunan (1967-1971), DPR/MPR RI Fraksi Partai NU (1971-1977), DPR/MPR RI Fraksi PPP (1977-1983), Ketua Komisi I DPR RI (1983-1987), dan terakhir sebagai wakil Ketua Komisi X DPR/MPR RI. penandatangan Deklarasi KNPI (1973), Ketua I DPP PPP (periode Naro), dan wakil Sekjen PB NU (periode Idham Chalid).
Drs. HM. Zamroni bin Sarkowi, Berpulang ke Rahmatullah pada dini hari pukul 03.00 WIB, Hari Senen Tanggal 5 Februari 1996, di RS Fatmawati Jakarta Selatan karena sakit sesak pernafasan dan stroke yang diderita sejak lama. Meninggalkan seorang Isteri, 3 (tiga) orang putra-putri dan 4 (empat) orang cucu. Dimakamkan di Pemakaman Khusus Tanah Kusir Jakarta.
3.  Sahabat Abduh Paddare (Periode 1973-1977)
Lahir di Kampung Rambang Makasar Sulawesi Selatan, Tanggal 27 Desember 1938. Ketua Umum PB. PMII periode 1973-1977, hasil Kongres V PMII di Ciloto Jawa Barat. Inilah satu-satunya Kongres PMII yang tidak berhasil memilih Ketua Umum. Pemilihan pengurus dilanjutkan di Wisma Angkatan Laut (di belakang Hotel Borobudur Jakarta) selama dua malam, belum juga berhasil. Akhirnya acara pemilihan pengurus itu dilanjutkan di Kantor PB NU. Sahabat Abduh terpilih sebagai ketua umum PB.PMII untuk periode 1973-1977 setelah bersaing dengan sahabat Amdir Thahir.
Dil disebut sebagai Ketua Umum PB PMII yang paling dilematis dalam perjalanan sejarah PMII, karena dia termasuk salah satu tokoh PMII yang tidak setuju dengan “Independensi PMII” sehingga dia tidak mau hadir pada acara MUBES II PMII di Murnajati Lawang Malang, yang melahirkan “Deklarasi Independensi PMII”, tapi di sisi lain dia harus mengemban amanat “Independensi PMII” sebagai amanat Kongres V PMII di Ciloto Jawa Barat.
Bersama-sama dengan Zamroni ia juga sebagai penandatangan Deklarasi Berdirinya KNPI (1973), menggabungkan PMII menjadi anggota Kelompok Cipayung (1974), menjadi anggota MPR (1977-1982), DPR/MPR RI (1983-1987), Anggota MPR (1992-1997), Ketua Forum Komunikasi dan Silaturrahmi Alumni (FOKSIKA) PMII (1988-1991), Wakil Sekjen DPP PPP (1994-1999) dan Pegawai Negeri Sipil Departemen Agama RI. Alumnus Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang, dan Sarjana Lengkap di IAIN Jakarta.
4.Sahabat Ahmad Bagja (Periode 1977-1981)
Lahir di Kuningan Jawa Barat 1945, pernah menjadi Ketua Umum Dewan Mahasswa IKIP Jakarta, dan Ketua Badan Koordinasi Senat-senat Mahasiswa IKIP se Indonesia (1970), Ketua Umum PB PMII periode 1977-1981) Wakil Sekjen PB NU (1984-1989 dan 1989-1994), Sekjen PB NU pada periode kepengurusan Gus Dur yang kedua, tokoh sentral yang paling berpengaruh dalam Kelompok Cipayung. Pada masanya Kelompok Cipayung benar-benar menjadi kelompok sosial kontrol yang kritis dan berani. Terpilih sebagai Ketua FOKSIKA menggantikan Abduh Paddare, setelah menang bersaing dengan Burhanuddin Abdullah (Gubernur BI). 
5.Sahabat Muhyidin Arubusman (Periode 1981-1985) 
Lahir di Ende Flores Nusa Tenggara Timur, 24 April 1951 (cucu Raja Flores), Ketua Umum PB PMII periode 1981-1985, pernah dua periode duduk sebagai ketua DPP KNPI, yaitu periode 1984-1987 dan 1987-1990. Sekjen DPP AMII (Angkatan Muda Islam Indonesia). Ketua Majelis Pembina Nasional PB PMII periode 2005-2007, dan Sekretaris Dewan Syura DPP PKB.
6.Sahabat Suryadharma Ali (Periode 1985-1988) 
Lahir di Jakarta, Ketua Umum PB PMII periode 1985-1988 dari hasil Kongres VIII PMII di Bandung Jawa Barat. Ia terpilih setelah bersaing ketat dengan Iqbal Assegaf, dengan selisih sangat tipis, hanya satu suara.Asisten Direktur Hero Supermarket, Wakil Sekjen Asosiasi pedagang, Pengicer dan pertokoan Indonesia (AP3I), Dewan Pembina PP GP ANSOR, Anggota DPR/MPR RI Fraksi PPP (1999-2004), Menteri Koperasi dan UKM (2004-2009), Ketua Umum PPP Periode 2007-2011 
7. Sahabat Muhammad Iqbal Assegaf (Periode 1988-1991)
Lahir di Labuha Maluku pada 12 Oktober 1958, Riwayat Pendidikan: SD Islamiyah I Ternate (1971), Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairat (1972), SMP Negeri Ternate (1974), SMA Negeri Ternate (1977), Fakultas Kedokteran Hewan IPB (1983), Institut Of Management IEU Jakarta (1993). Pengalaman Organisasi: Ketua Umum OSIS SMP Negeri Ternate (1972-1973), Ketua Umum OSIS SMP Negeri Ternate (1976-1977), Ketua Badan Kerohanian Islam Keluarga Mahasiswa IPB Bogor (1979-1981), Sekjen Badan Perwakilan Mahasiswa Fak. Kedokteran Hewan IPB Bogor (1982-1984), Sekjen Majlis Permusyawaratan Mahasiswa IPB Bogor (1982-1984), Ketua Umum PMII Cabang Bogor (1981-1983),  Ketua Umum PB PMII periode 1988-1991, hasil Kongres IX PMII di Asrama Haji Surabaya Jawa Timur, dia menduduki jabatan sebagai Ketua Umum PB PMII setelah berhasil menang dengan suara mutlak dari saingannya Syaifullah Maksum.
Setelah melepas jabatan sebagai Ketua Umum PB PMII, ia langsung menjadi Ketua Dewan Pembina PB PMII pada periode berikutnya, 1991-1994. Ini baru pertama kali terjadi dalam organisasi PMII. Wakil Ketua Majlis Pemuda Indonesia (1987-1990), Anggota Pengurus Group Diskusi Nasional (GDN) Kosgoro (1992-1994), Anggota Pokja Hankam DPP Golkar (1988-193). Ia adalah tokoh PMII yang pernah menawarkan sesuatu yang dianggap baru dalam lingkungan dunia kepemudaan di Indonesia melalui proses “debat langsung” para kandidat Ketua Umum DPP KNPI tahun 1993.
Meski akhirnya ia dikhianati oleh kadernya sendiri, Ketua Umum PB PMII saat itu (Ali Masykur Musa) dengan tidak mendukungnya dan meninggalkan di tengah perjalanan, bahkan Ali Masykur berpaling mendukung calon dari Kosgoro, Maulana Isman, padahal beberapa hari sebelumnya PB PMII secara resmi mengumumkan secara terbuka kepada pers, bahwa PMII mencalonkan Iqbal Assegaf sebagai calon Ketua Umum DPP KNPI, tetapi sebagai kader PMII yang memiliki prinsip dan keyakinan tinggi, Iqbal jalan terus memperjuangkan nilai dan keyakinannya itu.
Iqbal adalah Ketua Umum PB PMII yang relatif dianggap paling sukses memimpin dan membesarkan PMII, setelah Mahbub dan Zamroni. Ia pernah bersikap sangat tegas menolak gagasan dan saran sebagian tokoh dan kiai-kiai NU yang menginginkan agar PMII kembali “Dependen dengan NU”. Sikap tegas itu ia tunjukkan dengan mengeluarkan keputusan “Penegasan Cibogo”. Sehubungan dengan itu, ia pernah megeluarkan statemen “PMII dengan rendah hati siap menerima pendapat, gagasan, dan saran, bahkan kritik dari siapapun, tetapi keputusan tetap berada di tangan PMII”. Itulah cermin dari sikap seorang pemimpin yang independen.
Direktur Utama PT Shahanaz Swamandiri, ketua Tim Asistensi Departemen Pemenangan Pemilu DPP Golkar dan wakil ketua POKJA Depnaker-Rabithatul Ma’ahid Islamiah (RMI), Ketua Umum PP GP ANSOR, menggantikan Slamet Effendy Yusuf. Ia terpilih sebagai Ketua Umum pada Kongres GP ANSOR setelah bersaing ketat dengan Khoirul Anam (Ketua GP ANSOR Jawa Timur) yang konon mendapat restu dan dukungan dari Gus Dur (Ketua umum PB NU) Ia berhasil menembus peraturan yang mensyaratkan seorang calon ketua harus pernah menjadi pengurus GP ANSOR setidaknya satu periode kepengurusan. Ia berhasil meyakinkan peserta kongres untuk mengesampingkan peraturan tersebut, bahkan ia sukses menafikan pengaruh Gus Dur di Arena Kongres tersebut. Drh. Muhammad Iqbal Assegaf, meninggal pada hari… tanggal… 1999, kerena kecelakaan Mobil di Jalan Tol…. Menuju kearah Tangjung Priok. Meninggalkan seorang isteri dan 3 orang anak.
 8. Sahabat Ali Masykur Musa (Periode 1991-1994)
Lahir di Tulung Agung Jawa Timur dan menjadi Ketua Umum PB PMII periode 1991-1994, dari hasil Kongres X PMII di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, dengan tema, “Demokrasi, Keadilan Sosial dan Pembangunan Masyarakat Religius.” Ia terpilih setelah bersaing ketat dengan kandidat lainnya yaitu Endin AJ Sofihara, Idrus Marham Putra dan Fajrul Falah (yang terakhir ini gugur pada tahap pencalonan) Angota DPR / MPR RI dari Fraksi PKB, Ketua Fraksi PKB DPR (1999-2004), anggota DPR / MPR RI (2004-2009), peraih suara terbanyak untuk semua calon-calon anggota legeslatif tingkat pusat dari daerah pemilihan Jawa Timur, Ketua DPP PKB (1999-2004)  dan Wakil Ketua Umum DPP PKB hasil Kongres PKB Semarang (2004-2009). Ketua GM Kosgoro (…) dll
 
9. Sahabat Muhaimin Iskandar (Periode 1994-1997)
Lahir di Jombang Jawa Timur 1966, Pernah terjun dalam dunia Jurnalistik pada Tabloit DeTik. Alimni Fisipol UGM Yogjakarta. Ketua Umum PB PMII periode 1994-1997, hasil Kongres XI PMII di Kutai Kertanegara Kalimantan, dengan tema, “Moralitas, Pemberdayaan Masyarakat dan Integrasi Nasional.” Karir politiknya:  Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKB (1999-2004), Ketua Fraksi PKB DPR RI (1999-2004), Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKB (menggantikan posisi Dra. Khofifah Indarparawansa yang diangkat sebagai Mentri Negara Pemberdayaan Perempuan pada masa Kabinet Presiden Abdurrahman Wahid) Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKB (1999-2004), Sekjen DPP PKB (1998-2003) pada masa kepemimpinan Matori Abdul Jalil, Ketua DPP PKB (…), Sekjen DPP PKB lagi menggantikan posisi Syaifullah Yusuf yang diangkat sebagai Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal pada Kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Ketua Umum DPP PKB hasil Muktamar PKB di Semarang Jawa Tengah (2005-2010).
 
10. Sahabat Syaiful Bahri Anshori (Periode 1997-2000) 
Lahir di …. Ketua Umum PB PMII periode 1997-2000, hasil Kongres XII PMII di Asrama Haji Sukolilo Surabaya Jawa Timur, 1-5 Desember 1997, dengan tema, “Revitalisasi Tradisi, Pengokohan Demokrasi dan Pemandirian Masyarakat Menghadapai Tantangan Global.” Pada Kongres kali inilah mulai muncul gejala anarkhi dari peserta kongres, seperti baku hantam dan saling lempar kursi. Ia terpilih sebagai Ketua Umum PB PMII setelah bersaing dengan sahabat Chatibul Umam Wirano, Munawar Fuad Noeh.
 
 
11. Sahabat Nusron Wahid (Periode 2000-2003)
Lahir di Jepara Jawa Tengah, Ketua Umum PB PMII periode 2000-2003, hasil Kongres XIII PMII di Medan Sumatra Utara. Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Golkar (2004-2009) dari daerah pemilihan Jawa Tengah. Sekretaris Majelis Pembina Nasional PB PMII Periode 2005-2007.
12. Sahabat A Malik Haramain (Periode 2003-2005) 
Lahir di Probolinggo Jawa Timur, 3 Mei 1972. Pendidikan dasar di tempuh di MI Ihya’ul Islam, MTs Roudlotut Tholibin di Probolinggo. Sambil nyantri di PP. Roudlotut Tholibin, melanjutkan pendidikan di SMAN 3 Probolinggo.Kemudian melanjutkan studi ke Universitas Merdeka Malang (Unmer) Lulus tahun 1977, selama menjadi mahasiswa ia juga nyantri di PP. Miftahul Huda Gading Malang. Studi program S2 di UI Jakarta dan lulus tahun 2003.
Karir Organisasi dimulai sebagai Ketua Departemen Penalaran Senat Mahasiswa Fisipol Unmer Malang. Aktif di PMII di mulai sejak tahun 1993 sebagai Ketua Komisariat PMII Unmer Malang, Ketua Bidang II PMII Cabang Malang (1995),  Ketua Umum PMII Cabang Malang (1996), Wakil Sekjen PB PMII (1997-2000),Ketua Umum PB PMII Periode 2003-2005, hasil Kongres XIV PMII di Kutai Kertanegara Kalimantan.
Selain itu ia juga pernah aktif dan dipercaya menjadi koordinator kajian di Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan (PUSPeK) Averroes (Averroes Community). Buku-buku yang pernah ditulis antara lain: Mengawal Transisi, Refleksi atas Pemantauan Pemilu 1999 (Jakarta 1999), PMII di Singpang Jalan, Pustaka Pelajar (Yogjakarta 1999) Menjadi Kontributor tulisan: Pemikiran-pemikiran Revolusioner Antonio Gramci Be(rtanya)lajar lagi pada kesalahan Karl Marx (Averroes Press dan Pustaka Pelajar 2000). Politik Indonesia dalam Masa Transisi (Upaya Menuju Sistem Politik Demokratis). Oposisi, Upaya Mengawal Transisi, Aktivisme Politik Islam dalam Babakan Politik Indonesia. Gus Dus, Militer dan Politik (LKiS Yogjakarta). Neraca Gus Dur di Panggung Kekuasaan, Lakpesdam (Jakarta 2002), Sketsa Pergerakan: Kritik-Otokritik Gerakan PMII, (Fajar Pustaka 2003), Saat ini ia menjadi staf ahli Komisi I DPR RI dan menjadi staf pengajar di Pascasarjana UI untuk program studi Kajian Timur Tengah dan Islam.
Buku-buku yang pernah diterbitkan PB PMII pada periode ini antara lain: PMII dalam Simpul-simpul Sejarah Perjuangan; PMII 1960-1985 Untukmu Satu Tanah Airku, Untukmu Satu Keyakinanku; Menuju Karifan Bernegara; Kilas Balik Perjuangan Zamroni. Pada periode inilah PB PMII mempunyai kantor sekretariat sendiri secara permanen.
13. Sahabat Herry Ayuma (Periode 2005-2007)
Lahir di Trenggalek Jawa Timur, Ketua Umum PB PMII Periode 2005-2007, dari hasil Kongres XV PMII di Bogor Jawa Barat.  
14. Muhammad Rodli Kaelani (2008-2011)
Lahir di Manado 1 April 1978. Saat ini menjadi ketua PANDU Indonesia, sayap muda PAN
15.  Addin Jauharuddin (2011-2013)

Senin, 20 Mei 2013

Informasi Guru Konsel: Pendaftaran Guru Kontrak Daerah tahun 2013

Informasi Guru Konsel: Pendaftaran Guru Kontrak Daerah tahun 2013: PENGUMUMAN : PENDAFTARAN DI PERPANJANG HINGGA TANGGAL 2 JANUARI 2013 Bagi guru Honor atau Guru Tidak Tetap (GTT), silahkan daftarkan diri...

Contoh Surat Lamaran & CV



Makassar, 23 Maret 2013
Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
PT. Permodalan Nasional Madani (Persero)
Jl. LetJen. Hertasning No. F.30 Makassar


Dengan hormat,
Dengan ini, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk memperoleh kepercayaan dari Bapak/Ibu selaku pimpinan PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Makassar, Sulawesi Selatan.
Data singkat saya, seperti berikut ini.

Nama                                                 : Nasrullah Jalil
Tempat, Tanggal Lahir        : Ammegge, 04 Januari 1990
Pendidikan Akhir                 : Sarjana Pendidikan (s1)
  Universitas Negeri Makassar (UNM)
            Alamat                                : JL. Malengkeri 1 No. 8
           Telepon/HP, e-mail            : 081 241 917 587 (HP), nasrullah_jalil@yahoo.com
Status Perkawinan              : Belum Menikah

Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik. Latar belakang pendidikan saya memuaskan serta memiliki kemampuan administrasi yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer, maupun dalam surat-menyurat. Saya memiliki kejujuran, loyalitas, senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
  1. Curiculum Vitae (CV)
  2. Dokumen penunjang (sertifikat)
  3. Foto copy KTP/SIM
  4. Foto copy ijazah terakhir dan transkrip nilai yang dilegalisir.
  5. Pas foto 4x6, 1 (satu) lembar

Saya sangat berminat untuk bekerja pada perusahaan Bapak/Ibu. Bilamana memenuhi kualifikasi awal yang berlaku di perusahaan Bapak/Ibu, setiap saat saya bersedia mengikuti wawancara atau tahapan seleksi berikutnya.
Demikian surat lamaran ini, atas perhatian Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih

                     Hormat saya,




                     Nasrullah Jalil

                             CURICCULUM VITAE
 
Personal identity
Nama                                                  : Nasrullah Jalil
Tempat            tanggal lahir              : Ammegge, 4 Januari 1990
Alamat                                                : jl. Malengkeri 1 No.8
Umur                                                   : 23 years Old
Kewarganegaraan                             : Indonesia
Agama                                                : Islam
Status                                                  : Belum kawin
Tinggi                                                  : 170 cm
Berat                                                    : 55 kg
Handphone                                          : 081 241 917 587

Pendidikan
1.      SD                                 : SD Inp.5/81 Mallusetasi Kec.sibulue, Kab. Bone.
                Selesai tahun 2002
2.      SMP/MTs              : MTS Pesantren modern Biru Kab.Bone selesai tahun          2005
3.      SMU/MAN                   : MAN 1 Watampone, Kab. Bone selesai 2008
4.      Perguruan Tinggi      : Universitas Negeri Makassar (UNM). Selesai Tahun 2012
Pengalaman kerja
-         Karyawan toko boutiq  ( Bugiest distro ) tahun 2011
Pengalaman organisasi
1.      Pengurus HMJ FIK – UNM Tahun 2009
2.      Sekeretaris Umum Mahasiswa Olahraga Pencinta Alam (MAHORPALA FIK-UNM)
Tahun  2009-2010
3.      Ketua Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UNM Tahun Buku 2010
4.      Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tahun 2010
5.      Pengurus organda (KEPMI BONE Koms. UNM)  Tahun 2011


 

Jumat, 03 Mei 2013

53 Tahun PMII: Merawat Pergerakan

53 Tahun PMII: Merawat Pergerakan
Published in Artikel
Written by @tanmalika

Sekecil apa pun peristiwa bagi sebuah organisasi, ia layak untuk ditulis. Siapa yang mampu menulis sejarahnya, dia tidak akan lekang oleh zaman. Begitu juga dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Kehadiran PMII adalah sejarah tentang pergulatan pemikiran keislaman, keindonesiaan, dan kemasyarakatan, sekaligus sejarah gerakan politik mahasiswa Indonesia.

Apa yang dilakukan PMII saat ini adalah tentang belajar merawat pergerakan secara terus menerus dengan berbagai dinamikanya. Selain itu, juga merajut berbagai komponen sosial dan kampus untuk memperkuat keindonesiaan.

PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang kini genap berusia 53 tahun (17 April 1960-17 April 2013). Didirikan oleh 13 orang dari latar belakang kampus yang berbeda, saat ini PMII telah memiliki 227 cabang dan 25 pengurus koordinator cabang se-Indonesia. Lahir dari rahim NU pada 17 April 1960 membuat organisasi ini melekat dengan tradisi ke-NU-an dan kebangsaan. Kemudian, pada 14 Juli 1972 tercetuslah Deklarasi Murnajati yang menegaskan independensi PMII dan merupakan tonggak sejarah baru bagi PMII.

Yang menonjol pascadeklarasi independensi itu adalah adanya perubahan paradigma dari sekadar konsolidasi ke-NU-an menuju fase pengembangan dan pendistribusian kader-kader profesional ke berbagai ruang strategis dengan pola pikir lebih terbuka. Rekruitmen kampus juga semakin beragam, termasuk sumber daya manusianya. Hal lain yang menonjol dalam ruang gerak PMII adalah pergolakan pemikiran. Hal ini membuat PMII menjadi "teks yang terus hidup". Tak jarang, perdebatan itu menempatkan PMII sebagai organisasi "anak nakal".

Sebelum reformasi bergulir, pergulatan kader-kader PMII tersebar di ranah pemikiran alternatif melalui jejaring kelompok studi, akademisi, LSM, juga kelompok gerakan yang intens melakukan advokasi rakyat dan mengobakan aksi-aksi perlawanan. Di era reformasi, paradigmanyapun berubah. Tantangan terbesar adalah menyiapkan sumber daya unggulan untuk menguasai the leading sector.

Salah satu yang membuat PMII tetap bertahan hingga kini karena adanya seperangkat nilai dan gagasan yang terpatri sejak lama. PMII dibentuk dengan landasan keislaman dan kebangsaan yang keduanya tidak bisa dipisahkan. Selain itu, dalam langkahnya, PMII selalu mengedepankan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII yang menekankan pada aspek ketuhanan, kemanusiaan, dan kelestarian alam semesta, serta ditopang oleh paradigma pergerakan yang menekankan cara pandang kritis, konstruktif, dan visioner.

Dengan adanya landasan pembentuk PMII, seperti apakah cita-cita ideal pergerakan? Cita-cita ideal pergerakan adalah mencetak kader-kader ulul albab dan terlibat dalam visi besar bangsa ini. Selain nilai yang melandasi PMII, dapat dilihat juga citra diri PMII melalui ketiga format profil yang selama ini menjadi karakter dan wajah organisasi.

Pertama, dzikir, pikir, dan amal saleh. Kedua, takwa, intelektualitas, dan profesionalitas. Dan ketiga, kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Jika kita melihat dari ketiga format profil PMII, akan terlihat bahwa ruang gerak dan pemikiran PMII tidak bisa dilepaskan dari aspek ketuhanan. Islam menjadi agama, inspi- rasi, sekaligus pandangan hidup yang kemudian menjadi landasan teologis pergerakan. Pengetahuan menjadi sumber gerak kedua PMII yang notabene basis utamanya adalah kampus. Antara agama dan pengetahuan, harus dibarengi dengan amal saleh yang memegang teguh prinsip kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

Kelahiran PMII, menjadi tantangan bagi seluruh kader untuk manusia paripurna, sebagai penjaga dan pengamal agama, mencetak kader dan pemimpin yang selaras antara kata dan perbuatan dan menyiapkan kader yang mempunyai kompetensi dan daya saing. Kini, setelah 53 tahun PMII harus banyak melakukan revitalisasi, redefinisi, reaktualisasi, dan reposisi dalam berbagai hal.

Keterlibatan PMII dalam berbagai gerakan pemikiran dan aksi-aksi kebangsaan baik itu sendiri maupun dilakukan bersama kelompok Cipayung, merupakan penegasan akan kontribusi organisasi terhadap pembangunan nasional. Di luar itu, PMII menata kembali format gerakannya dalam tiga hal. Pertama, format gerakan pengembangan kampus dan mahasiswa. Munculnya masalah-masalah yang muncul di kampus harus direspons dengan cepat. Di antaranya, makin massifnya hedonisme, tumbuh suburnya radikalisme agama, turunnya peningkatan prestasi akademik, dan minimnya alternatif gagasan dan pemikiran.

Kedua, format gerakan keagamaan yang menjadi spirit dasar PMII. Masalah yang muncul adalah maraknya radikalisme dan konflik kekerasan atas nama agama. Ketiga, format gerakan kebangsaan. Hal ini ditandai dengan hilangnya integritas, moralitas, dan minimnya kapasitas para pemimpin bangsa.

Dalam rangka menjawab persoalan di atas, ada beberapa hal yang telah dan sedang dilakukan PB PMII. Pertama, meningkatkan kapasitas pendidikan para kader dan pengembangan potensi akademik. Kedua, memeratakan kegiatan dakwah di kampus serta meperbanyak dialog lintas agama. Ketiga, merespons setiap isu strategis nasional dan lokal. Keempat, terlibat dalam penyelesaian masalah regional ASEAN.

Sebagai catatan penutup, PMII lahir dan berkembang bukan sebagai organisasi di persimpangan jalan. PMII lahir dengan identitas yang jelas, sebagai jangkar perubahan sosial bagi masa depan bangsa. Perubahan adalah nyata dan akan terjadi pada setiap waktu. Karena itu, di tengah perubahan performa berbagai macam organisasi, PMII pun perlu berbenah dengan melakukan restrukturisasi, redefinisi nilai, dan reaktualisasi strategi pengembangan PMII. Keberadaannya bersama organisasi kemahasiswaan lainnya sangat dibutuhkan bagi bangsa ini sebagai penguat idelogi bangsa di tengah gempuran berbagai idelogi asing.

*Artikel ini dimuat di Harian Umum Republika, 17 April 2013

Rabu, 10 April 2013

ADE' MAPPADENDANG "BONE"



ADE' MAPPADENDANG

Berasal dari kata dendang yang berarti irama atau alunan bunyi. Pada masa silam, mappadendang dilakukan di malam hari sewaktu bulan purnama. Selain itu diselenggarakan dalam kaitannya dengan upacara tertentu yakni pernikahan dan panen yang berhasil. Mappadendang hanya dilakukan oleh gadis-gadis dan pemuda-pemuda dari kalangan masyarakat biasa. Pada dasarnya permainan ini berasal dari bunyi tumbukan alu ke lesung yang silih berganti sewaktu menumbuk padi. Irama ini kemudian dikembangkan menjadi mappadendang dengan menambah bobot irama tumbukan alu ke lesung. Pada fase berikutnya, permainan ini lebih dikembangkan lagi, dimana alunan irama lebih teratur disertai dengan variasi bunyi dan gerakan bahkan diiringi dengan tarian.

Narekko purani mengngala tauwe mabiasani ripapole acara Mappadendang. Riollini tau maccae mappadendang nainappa ripaddepungeng siajing-siajing mareppeta, sumpulolota makkutaparo paimeng sininna pabbanuae engkae ri lalenna kampongnge lao makkita-ita.
Artinya :
(Sekiranya selesai menuai padi, biasanya diadakan acara Pappadendang. Dijemput orang-orang yang pandai (ahli) mappadendang, kemudian dikumpulkan sanak saudara terdekat, keluarga berhimpun lagi serta seluruh masyarakat yang ada didalam kampong datang menyaksikannya.)
............................................................................................................................
Ripassadia manenni sininna pakkakkasak maeloE ripake mappadendang. Pada padanna palungeng, alu nennia appe maeloE naonroi sere. Naia alunna ribello-beloini barakkuangmmengngi namakessing irita. Onrong maeloE napake mappadendang ripakkennai collik kanau. Naia palungengnna rigattungngi sarekkuammengngi makessing riengkalinga.

Artinya :
(Disediakan semua segala peralatan yang hendak digunakan 'mappadendang'. Seperti lesung, alu serta tikar yang hendak digunakan untuk menari. Maka alu-alunya dihias agar cantik dipandang. Tempat untuk digunkan 'mappadendang', diletakkan pucuk 'kanau'. Manakala lesungnya digantung agar bunyinya sedap di dengar)
Tau mappadendangngero biasana engka eppa makkunrai mabbajubodo maneng. Ianaro mannampuk ri palungeng madeceng siselle-selle alunna, ritellani mappadendang. Iatosi buranewe mappasapu sibawa pakeang mabolong, sulara gangka uttu nainappa mabekkeng lipak mabolong siellek macellak. Ianaro mabbenra ricappakna palungengnge. Engkato sere mappencak silak sisoppo-soppo nainappa maggenrang. Biasato tudang majjogek mattulili.
Artinya :
(Ahli yang 'mappadendang', biasanya terdiri dari empat wanita berbaju 'bodo' semuanya. Merekalah yang menumbuk alu ke lesung secara bergilir-gilir alunya, lalu digelar 'mappadendang'. Sementara kaum lelaki memakai lilit kepala serta berbaju hitam, seluar sehingga lutut kemudian melilitkan kainsarung hitam bercorak merah. Merekalah yang menyorak di hujung lesung. Ada juga yang menarikan pencak silat, saling menjulang sambil memalu gendang. Kadang-kadang duduk berjoget berkeliling.)
Temmaka kessinna riengkalinga uni palungengnna nennia kessingna irita kedo-kedona pasere. Pada makkapulunni tauwe makkita-ita nasibawa maneng pakkitanna laoritau engkae mappadendang. Sukku ininnawani tau papolenngi acara appadendangengnge.
Artinya:
(Sangat indah kedengaran alunan bunyi lesung sama indahnya gerakan-gerakan penari. Berkumpullah penonton menumpukan pemandangan mereka ke arah orang-orang yang 'mappadendang'. Sangat senang hatilah orang yang menganjurkan acara 'mappadendang' tersebut.)
              Risesena pallaonrumae mappunaiwi akkatta mattentu naripapole appadendangengnge, ianaritu melo pannesai tanrang asukkurukengna lao ripuang seuwae, porennui engka wasselek ase maega pole rigalungnge.
Artinya :
(Pihak tuan rumah yang menghajatkan sesuatu menganjurkan majlis mappadendang, adalah untuk menunjukkan rasa kesyukuran kepada Tuhan yang Esa, menyukuri adanya hasil padi yang banyak dari sawahnya).
Biasa to appadendangengnge ripapolei narekko engka tau maelo ripa botting. Riwettu mappanampuknanaro mebbu berrek maelo napake mappabotting, biasa mappadendangtoi sipakrio rio mannampik ase.
Artinya :
(Pernah juga majlis mappadendang diadakan sekiranya ada pasangan mahu di kahwinkan. Semasa upacara menumbuk padi dijadikan beras untuk kegunaan majlis perkahwinan, kebiasaannya (mereka) 'mappadendang' juga bersukaria sambil menampi padi.)
Naia asena tau rioloe riengngala nainappa riwesse. Narekko maelok riebbu berre rinampupa ripalungengnge. Dek napada makkukue, ase risangkimani nainappa risampak yaregga ridaros. Narekko maeloi ripancaji berrek, ripaberrek mani bawang. Ianaro saba'na namakuranna tau mappadendang makkukuangnge.
Artinya :
(Sebenarnya padi orang dahulu (pada masa dahulu) dituai kemudian di'wesse' ( wesse: tangkai padi disusun hampir separuh pemeluk, kemudian diikat dengan rotan). Sekiranya hendak dijadikan beras, mesti ditumbuk dalam lesung. Tidak seperti sekarang, padi hanya disabit kemudian dibanting ataupun diketam menggunakan mesin. Jika hendak dijadikan beras, dimesin sahaja. Sebab itulah kurang sudah orang 'mappadendang' sekarang ini.)